Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi membuka kembali pengajuan dan penerbitan visa umrah bagi jemaah internasional mulai tanggal 30 Mei 2026, atau bertepatan dengan 14 Zulhijah 1447 Hijriah. Keputusan ini memastikan kontinuitas pelayanan ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pasca-puncak musim haji tahun ini. Kebijakan baru ini menegaskan bahwa per 1 Juni 2026, akses masuk ke kota Makkah bagi pemegang visa umrah resmi telah dibuka kembali.
Pihak otoritas Arab Saudi mengingatkan bahwa jemaah wajib memanfaatkan aplikasi Nusuk untuk mendapatkan izin umrah secara digital. Setelah izin berhasil diterbitkan oleh platform digital tersebut, jemaah baru diperbolehkan menuju Masjidil Haram. Aturan ini tidak hanya berlaku bagi pemegang visa umrah reguler. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa jemaah yang berkunjung menggunakan e-visa turis di luar musim haji juga wajib mengantongi izin (permit) umrah sebelum melaksanakan ibadah. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh jemaah yang datang ke Tanah Suci.
| Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Agenda / Tahapan Penting |
| 30 Mei 2026 | 14 Zulhijah 1447 | Penerbitan visa umrah dimulai & jemaah diizinkan masuk ke Arab Saudi. |
| 1 Juni 2026 | 15 Zulhijah 1447 | Akses masuk ke Makkah dibuka & pengurusan izin umrah via aplikasi Nusuk dimulai. |
| 1 September 2026 | — | Batas akhir (tenggat waktu) penerbitan visa umrah untuk musim baru. |
| 23 September 2026 | — | Batas akhir kedatangan (entry) jemaah umrah ke wilayah Arab Saudi. |
| 23 Maret 2027 | 15 Syawal 1448 | Batas akhir final untuk kedatangan jemaah ke Arab Saudi. |
| 7 April 2027 | 30 Syawal 1448 | Batas akhir kepulangan (keberangkatan keluar) jemaah dari Arab Saudi. |
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan proses keberangkatan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memfasilitasi pengajuan visa ini melalui sistem yang terintegrasi. Calon jemaah dapat mengakses langsung portal Nusuk Umrah atau mendaftarkan secara mandiri melalui portal digital Nusuk Umrah, atau menggunakan jasa agen eksternal/biro perjalanan travel yang telah mengantongi izin resmi dan disetujui oleh otoritas Pemerintah Arab Saudi.
Langkah ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan, digitalisasi proses perizinan, serta memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi jutaan jemaah dari berbagai negara. Bagi masyarakat Indonesia yang berencana berangkat umrah pada musim 1448 H, pembukaan visa ini menjadi penanda bahwa proses persiapan dan pemesanan paket perjalanan umrah untuk keberangkatan tahun 2026–2027 kini telah resmi dimulai.

